BOGOR Bongkarperkara.id –Media sosial dihebohkan dengan foto yang mengklaim adanya rumah mewah di luar area Lapas Kelas IIA Cibinong untuk narapidana VIP kaya raya yang bisa keluar masuk tanpa lewat gerbang. Setelah ditelusuri, klaim tersebut terkait dengan temuan Ombudsman RI saat inspeksi mendadak pada Rabu (23/9).
Ombudsman RI membenarkan menemukan sekitar sepuluh unit bangunan klaster layaknya penginapan komersial atau vila yang berdiri di balik rumah dinas Kepala Lapas. Bangunan itu terpisah dari area utama Lapas. 14ab
Di dekat rumah itulah berdiri beberapa rumah petak kayak vila mini, fasilitas lengkap dan juga dihuni warga binaan,” ujar Anggota Ombudsman RI Syafrida, dikutip dari sidak tersebut.
Dalam setiap unit, Ombudsman menemukan perabot mewah yang tidak wajar berada di dalam penjara,
Ruang tamu, ruang tidur, dapur, sofa, televisi 45 inch, AC
Kulkas berisi botol minuman keras (miras), buah-buahan dan makanan
Rencana pembangunan sarana olahraga kebugaran (gym) dan simulator golf mini / minigolf yang sedang dibangun 41ef8123
Salah seorang penghuni yang diwawancarai Ombudsman mengaku merupakan warga binaan dan rutin membayar uang sewa untuk menempati klaster tersebut. Saat sadar diwawancarai Ombudsman, mereka langsung lari ke dalam kamar. 14ab
Ombudsman juga mengungkap sidak sempat dihalang-halangi. Tim ditolak dua kali untuk masuk meski sudah menunjukkan surat tugas, bahkan terjadi cekcok dan aksi saling dorong dengan petugas keamanan Lapas. 8123
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Yudi Suseno membenarkan adanya bangunan tersebut, namun mengklaim itu adalah Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) yang digunakan napi dari pagi sampai sore untuk istirahat. 95b1
“Itu namanya Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) yang memang dimanfaatkan bagi narapidana. Bukan apartemen atau ruang VVIP khusus bagi napi kelas kakap,” ujarnya, Kamis (24/9/2026).
Ditjenpas juga membantah fasilitas itu digunakan Ferdy Sambo. Hingga kini Ditjenpas membentuk tim investigasi untuk mendalami dugaan sewa menyewa hunian mewah tersebut. 8123
Ombudsman meminta bangunan mewah itu dirobohkan dalam waktu satu bulan dan seluruh napi dikembalikan ke blok hunian reguler.
