Bongkarperkara.id – Kabupaten Tangerang — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Swadaya Masyarakat Tameng Perjuangan Rakyat Anti Korupsi (DPW LSM TAMPERAK) Provinsi Banten, Ahmad Sudita, angkat bicara terkait meninggalnya seorang tersangka bernama Husni Mubarok (HM) yang sebelumnya diamankan oleh pihak Polsek Rajeg, Selasa (28/4/26).
Ahmad Sudita menyampaikan keprihatinan sekaligus menyoroti serius peristiwa tersebut, khususnya terkait transparansi dan akuntabilitas dalam proses penanganan hukum oleh aparat kepolisian.
“Kami menyayangkan adanya kesan tertutup dalam penanganan kasus ini. Kematian seorang tersangka di bawah kewenangan aparat penegak hukum harus dijelaskan secara terang dan tidak boleh menimbulkan ruang spekulasi di tengah masyarakat,” tegas Ahmad Sudita.
Ia juga menyoroti adanya informasi dari pihak keluarga yang mengaku tidak menerima pemberitahuan resmi terkait penangkapan HM. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian penting dalam prosedur hukum yang seharusnya dijalankan secara profesional.
“Jika benar keluarga tidak mendapatkan pemberitahuan resmi, ini menjadi catatan serius. Setiap proses penangkapan wajib disertai dengan pemberitahuan kepada pihak keluarga sebagai bentuk penghormatan terhadap hak-hak warga negara,” lanjutnya.
Terkait kronologi yang telah disampaikan oleh pihak kepolisian, Ahmad Sudita menegaskan bahwa perlu ada pendalaman lebih lanjut, termasuk kemungkinan dilakukan pemeriksaan independen untuk memastikan penyebab kematian HM secara objektif.
“Kami mendorong adanya investigasi yang transparan dan, bila perlu, melibatkan pihak independen agar hasilnya dapat dipercaya publik. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum,” ujarnya.
DPW LSM TAMPERAK Provinsi Banten, lanjut Ahmad Sudita, akan turut mengawal kasus ini hingga tuntas serta meminta pihak kepolisian, khususnya Polsek Rajeg dan jajaran terkait, memberikan penjelasan resmi secara terbuka kepada publik.
“Kami meminta agar pihak kepolisian segera memberikan keterangan lengkap dan tidak berlarut-larut. Keterbukaan adalah kunci untuk menghindari kesimpangsiuran informasi,” pungkasnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan lanjutan dari pihak Polsek Rajeg terkait penyebab pasti meninggalnya Husni Mubarok.
(Red)
